jasabuspariwisata-polisi-desak-jalur-darurat-di-flyover-kretek-brebes-segera-dibangun

jasabuspariwisata-polisi-desak-jalur-darurat-di-flyover-kretek-brebes-segera-dibangun

Pada hari Senin (6/11/2017) sore telah terjadi kecelakaan. Kecelakaan yang menimpa sebuah bus pariwisata dan truk ‎saat melintasi flyover Kretek dari arah Purwokerto hingga menyebabkan satu korban tewas. Dua kecelakaan itu menambah panjang daftar kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut sejak tiga bulan terakhir.

Karena sebelumnya sudah tercatat sembilan kali kecelakaan yang terjadi, sejak mulai dioperasionalkan flyover ini pada Agustus lalu. Rata-rata kecelakaan terjadi di turunan flyover yang berada di sisi utara. Kecelakaan ini selain menimpa kendaraan roda empat juga menimpa pengendara sepeda motor.

Sejumlah kecelakaan yang terjadi di flyover Kretek Paguyangan Kabupaten Brebes disebabkan oleh dua faktor, yakni kelalaian pengendara (human error) dan kondisi kendaraan, kata Kanit Laka Satlantas Polres Brebes Iptu Himawan.

Iptu Himawan berkata, “Faktor human error itu seperti terjadi pada kecelakaan pengendara sepeda motor yang menyebabkan satu korban meninggal di tempat. Pengendara melaju dengan kondisi kecepatan tinggi, tidak hati-hati ditambah kondisi jalan yang licin karena hujan.”

Untuk faktor kondisi kendaraan menjadi penyebab terjadinya dua kecelakaan sebelumnya yang menimpa dua truk. Kondisi rem kedua kendaraan tersebut tak berfungsi di tambah kondisi muatan yang berlebih sehingga truk terjun masuk ke parit.

Iptu Himawan berpendapat, untuk mencegah terulang kembali terjadinya kecelakaan pihaknya sudah meminta kontraktor yang mengerjakan pembangunan flyover untuk segera membangun jalur darurat atau jalur penyelamat.  Jalur darurat/penyelamat tersebut dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang mengalami rem blong, terutama dari jalur arah Purwokerto yang kondisi jalannya menurun.

Iptu Himawan mengatakan,”Dari pengembang memang sudah berencana untuk membangun jalur darurat. Sudah ada gambarnya, tapi belum terealisasi. Kita belum tahu kapan dibangunnya. Kita mendesak agar segera dibangun karena di sekitar flyover juga banyak bangunan dan permukiman warga.”

Beliau juga meminta selain jalur darurat, agar kontraktor pembangunan flyover memasang rambu-rambu peringatan tambahan di titik sebelum masuk flyover dan traffic cone di sepanjang jalur flyover.

“Perlu dipasang traffic cone, atau minimal garis marka yang tidak putus agar pengendara tahu tidak boleh saling mendahului karena jika kondisi kendaraan tidak layak tapi memaksakan untuk mendahului itu bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan,” tambahnya

 Himawan juga menghimbau kepada pengendara jalan untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi kendaraan sampai muatannya, lanjutnya.

Imbuhnya,”Kalau kondisi flyover apakah konstruksinya membahayakan atau tidak, tentu sebelum dilakukan pembangunan sudah melalui kajian yang matang dan dilakukan survey terlebih dahulu.”

( Baca juga: Pembukaan Jalur Tol Mengurangi Kepadatan Lalu Lintas di Pusat Kota Solo )

Sumber: radartegal.com