jasabuspariwisata-gara-gara-bus-bst-koridor-I-dijadikan-bus-pariwisata-wali-kota-marah

jasabuspariwisata-gara-gara-bus-bst-koridor-I-dijadikan-bus-pariwisata-wali-kota-marah

Pemkot mengancam mencabut izin pengelolaan oleh Perum Damri dan akan mengalihkannya ke PT Bengawan Solo Trans (BST). Hal ini dikarenakan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, marah ketika mengetahui bus Batik Solo Trans (BST) koridor I yang dikelola Perum Damri beralih fungsi menjadi Bus Pariwisata.

F.X. Hadi Rudyatmo seusai rapat evaluasi BST di Balai Kota, Jumat (10/11/2017)  mengatakan tujuh unit bus BST yang semestinya untuk melayani koridor I beralih fungsi menjadi bus pariwisata. “Tujuh bus sudah dimodifikasi menjadi bus pariwisata. Jelas ini salah karena sejak awal bus itu sudah diperuntukkan transportasi massal dan bukan untuk pariwisata,”katanya.

Pemkot Solo mengetahui alih fungsi BST saat manajemen Perum Damri mengajukan izin operasional Bus Pariwisata untuk sebagian bus BST koridor I. Namun permintaan tersebut ditolak Pemkot Solo meskipun bus sudah terlanjur dimodifikasi menjadi bus pariwisata

Selain menjadi bus pariwisata, ditemukan juga lima bus bantuan pemerintah pusat dikirim ke Semarang. “Tidak tahu di Semarang digunakan untuk apa. Mungkin untuk dioperasikan di sana,” kata F.X. Hadi Rudyatmo.

Bus bantuan pemerintah pusat merupakan pengajuan Pemkot Solo dan digunakan untuk operasional koridor I di Solo. Bus bantuan pemerintah pusat itu tidak boleh dialihkan pemanfaatannya atau wilayah operasionalnya tanpa izin Pemkot Solo, apapun alasannya, tutur Rudy.

Berdasarkan data Pemkot menerima bantuan 20 unit bus BST ukuran besar untuk operasional koridor  I yang diterima Pemkot tahun lalu.  “Jadi sangat salah, kalau Perum Damri mengalihfungsikan bus BST untuk tujuan lain. Apalagi tanpa izin Pemkot,” katanya

“Lebih baik diserahkan kepada PT BST agar pengawasannya lebih mudah,” tuturnya. Karena itu Pemkot Solo berencana melaporkan persoalan ini ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Perum Damri pusat. Selain itu akan mencabut hak pengelolaan koridor I yang saat ini dipegang Damri.

Petugas memergoki bus BST koridor I yang beralih fungsi menjadi pariwisata beroperasi di jalan, kata Kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno. “Jadi kursi di bus tersebut sudah dimodifikasi sehingga bisa digunakan sebagai bus pariwisata,”tuturnya.

Izin pemanfaatan BST harus mengantongi izin Wali Kota karena BST dihibahkan pemerintah pusat kepada Pemkot Solo, menurut Hari Prihatno. Pada kesempatan yang lain Manajer Umum Perum Damri Solo, Sentot Bagus Santoso, membantah tudingan Pemkot tentang pengiriman bus BST ke Semarang.

Beliau menjelaskan lima unit BST dikirimkan kembali ke perusahaan karoseri Trisakti di Magelang atas perintah Direktur Utama Perum Damri. “Kami tidak mengetahui penyebabnya, namun yang jelas pengiriman itu didasari surat keputusan [SK],” tambahnya

Sentot Bagus Santoso berdalih alih fungsi pemanfaatan BST sebagai bus pariwisata hanya sebatas transportasi jamaah haji. Itu juga karena perintah dari Perum Damri pusat. Saat ini sebagian bus tersebut juga sudah dikembalikan sebagai BST Koridor 1 untuk keperluan KIR.

( Baca juga: Jalur Sendang Biru – Turen Menjadi Jalan Nasional, Akses Ke Obyek Wisata Semakin Lancar )

Sumber: solopos.com