jasabuspariwisata-area-terminal-ubung-dirancang-jadi-parkir-sementara

jasabuspariwisata-area-terminal-ubung-dirancang-jadi-parkir-sementara

Kondisi Terminal Ubung semakin sepi sejak pemindahan tempat mangkalnya bus AKAP ke Terminal Mengwi. Sampai saat ini Pemkot Denpasar belum memanfaatkan terminal tersebut secara maksimal. Namun, lahan yang cukup luas tersebut kedepannya dirancang untuk stop over atau parkir sementara.

“Pasca diberlakukannya operasional bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Terminal Ubung ke Terminal Mengwi, Pemerintah Kota Denpasar berencana merancang memanfaatkan Terminal Ubung sebagai terminal stop over,” ungkap Wali Kota Denpasar I.B.Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (6/11/2017) di kantornya.

Pihaknya berencana akan menerapkan kebijakan kendaraan luar yang datang ke Denpasar, bisa parkir sementara di Terminal Ubung. “Misalnya bus-bus pariwisata, bisa menggunakan area Terminal Ubung, lalu akan dijemput dan didistribusikan untuk masuk ke kota menggunakan bus kecil,” ujar Rai Mantra yang menyebutkan ini konsep untuk 5- 10 tahun ke depan. Konsep awal ini sudah dirancang sejak dulu, dengan maksud dan tujuan untuk menghidupkan kembali Terminal Ubung yang statusnya kini menjadi terminal C.

Seperti kota-kota besar lainnya, misalnya di Jakarta bus-bus pegawai disediakan, dan kendaraan pegawai parkir dalam satu kawasan atau terminal. Rai Mantra mengungkapkan,”Istilahnya ada tempat parkir sementara, orang dari utara kendaraannya bisa parkir di sana termasuk bus sekolah juga kita harap parkir di sana, seperti halnya di Jakarta ada bus-bus pegawai yang diangkut dari terminal sementara, ini sangat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dalam Kota.”

Rai Mantra menegaskan konsep pengelolaan Terminal Ubung ini sudah dipikirkan dari dua tahun lalu. Kita arahkan untuk parkir di terminal Ubung, khusus untuk bus-bus pariwisata dari luar agar tidak memasuki wilayah Kota. “Stop over layanan segala macam, kalau bus pariwisata parkir disitu, kemudian travel akan melayani ke sana. Jadi bus pariwisata besar tidak masuk ke kota, atau ke hotel dalam kota, cukup dilayani oleh travelnya saja, ini sedang kita rancang dan kita sudah sempat bahas dengan pihak pariwisata, kalau stakeholdernya belum, tapi pasti kita akan bicarakan lagi,” ungkapnya.

Merancang konsep stop over di Terminal Ubung ini, semata–mata untuk menjaga agar terminal ini tetap hidup dari sisi ekonomi, tambah Rai Mantra. “Di sana ada para pedagang kecil, mereka membutuhkan pembeli, sehingga dengan memanfaatkan terminal ini diharapkan akan menjadi ramai dan dari sisi ekonomi kembali tergerak, disisi lain akan membantu juga menekan kemacetan di dalam kota,” ujarnya.

Kepala UPT Terminal Penumpang Ubung A.A. Eka Putra sebelumnya mengatakan, tidak akan ada lagi bus AKAP dengan tujuan atau menaikkan mapun menurunkan penumpang di Terminal Ubung yang sekarang  menyandang status tipe C. “Dengan adanya penetapan status Terminal Ubung ditetapkan menjadi terminal tipe C oleh Wali Kota Denpasar, September 2016. Di mana fungsi dari terminal C yaitu kendaraan yang masuk di Terminal Ubung adalah angkutan pedesaan dan angkutan perkotaan,’’ kata Eka Putra.

( Baca juga: Presiden Joko Widodo Menghaturkan Rasa Terimakasih Yang Sebesar-besarnya Kepada Ribuan Relawan )

Sumber: balipost.com